Tugas Rangkuman Materi 9 “Keamanan Jaringan Komputer”

Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari penulisan secara rahasia dengan menggunakan teknik-teknik metematika. Dalam menjaga kerahasiaan data dengan kriptografi, data sederhana yang dikirim (plainteks) diubah ke dalam bentuk data sandi (cipherteks), kemudian data sandi tersebut hanya dapat dikembalikan ke bentuk data sebenarnya hanya dengan menggunakan kunci (key) tertentu yang dimiliki oleh pihak yang sah saja. Tentunya hal ini menyebabkan pihak lain yang tidak memiliki kunci tersebut tidak akan dapat membaca data yang sebenarnya sehingga dengan kata lain data akan tetap terjaga.

Protokol HTTP/HTTPS adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif dan menggunakan hipermedia. Cara kerjanya adalah HTTP meminta/menjawab antara klien dan server dengan membuat hubungan ke port tertentu.

Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan Port dapat dikenali dengan angka 16-Bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Selain itu terdapat berbagai macam jenis port mulai port 20 untuk ftp data, port 23 untuk telnet hingga port 80 untuk www.

Konsep hacking pada dasarnya adalah bagaimana seseorang berusaha untuk lebih tahu terhadap komputer atau jaringan tertentu dengan cara memasuki sistem tersebut alias ngotak-atik sendiri. Konsep hacking juga mengenal beberapa tahapan penyerangan mulai dari finger print, gaining access, rooting hingga sweeping and backdooring.

Tugas Rangkuman Materi 8 “Jaringan Komputer”

Jaringan komputer adalah suatu sistem yang terdiri dari komputer-komputer yang dirancang untuk dapat saling berbagi (sharing) sumber daya seperti printer, saling berkomunikasi (surel, pesan instan) hingga saling mengakses internet. Biasanya komputer yang meminta layanan disebut client dan komputer yang memiliki wewenang untuk mengatur dan memberi layanan adalah server. Desain semacam ini disebut sebagai sistem Client-Server. Di sisi lain juga ada jaringan komputer dengan sistem kesamaan wewenang jadi tidak ada yang menjadi client ataupun server dan disebut sebagai peer to peer.

Jaringan komputer sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam 4 sub yaitu berdasar wilayah, topologi jaringan, media transmisi dan arsitekturnya. Berdasar wilayah terbagi menjadi  Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network (WAN). Berdasar topologi jaringan terbagi menjadi topologi bus, topologi bintang, topologi mesh, topologi cincin dan topologi pohon. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berdasar media transimisi terbagi menjadi berkabel dan nirkabel. Sedangkan berdasar arsitekturnya terbagi menjadi client-server dan peer to peer seperti yang telah dibahas.

Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun jaringan komputer yaitu perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware). Perangkat lunak yang sering digunakan adalah perangkat lunak standar (Bawaan Windows) serta beberapa perangkat lunak tambahan seperti media player, billing software, chatting, dll.  Sedangkan perangkat keras yang digunakan antara lain NIC, Router, Switch, Hub, PC baik untuk server dan client, kabel, media nirkabel serta tools lain yang digunakan seperti crimping tools dll.

Tugas Rangkuman Materi 7 “Perangkat Lunak Populer (Microsoft Word)”

Microsoft Word merupakan perangkat lunak populer saat ini. Kemudahannya dalam digunakan menjadi alasan kepopuleran perangkat lunak ini walaupun pada dasarnya perangkat lunak ini berbayar dan bukan free license. Dalam penggunaaannya terkadang user hanya terfokus pada penggunaan baku dan kurang memahani perangkat lunak ini secara mendalam sehingga kurang optimal dalam penggunaannya.

Beberapa fungsi sederhana tetapi kurang dioptimalkan antara lain fungsi style, daftar isi, penomoran halaman, daftar pustaka, indeks, cover halaman dan daftar gambar serta cross reference. Terdapat beberapa cara optimalisasinya. Sebagai contoh untuk pembuatan daftar pustaka. Pembuatan daftar pustaka menggunakan indentasi. Indentasi yang ada dapat diatur sedemikian rupa sehingga sesuai ketentuan yang berlaku (misal ketentuan Harvard).